Founder Melakukan Ini Saat Masa Kerjanya Berakhir

Founder Melakukan Ini Saat Masa Kerjanya Berakhir

Ketika CEO terbaik keluar dari perusahaan dan berhenti dari tugasnya, bisa dibilang perusahaan akan kesulitan untuk mencari pengantinya.

Menurut Russel Reyolds, sekitar tahun 20013 hingga 2015 menyatakan bahwa satu dari tujuh pensiunan CEO ternyata juga berpotensi memecat CEO pengganti mereka kurang dari tiga tahun menjabat.

Sekitar 85% diantaranya disebabkan oleh kinerja yang rendah atau memang ada intimidasi dari investor dan eksekutif di perusahaan tersebut.

Harus diakui seorang pemimpin yang baik sangat sulit dilepaskan oleh perusahaan, dan ini adalah masalah penting kenapa para CEO terbaik sudah bersiap-siap dengan kepergiannya ketika masa pensiun memanggil.

Hal yang mungkin terjadi adalah CEO pengganti di era berikutnya memiliki banyak tekanan dan tanggung jawab untuk mengimbangi kinerja CEO sebelumnya, ditambah lagi jika mantan CEO itu duduk di kursi eksekutif dan sering memberikan kritikan tajam tentang kepemimpinan yang seharusnya.

Yang terjadi kemudian adalah kinerja perusahaan yang buruk karena CEO mendapat banyak kritikan dan tekanan yang akhirnya membuat mereka mengundurkan diri secara sukarela atau dipecat oleh dewan eksekutif atau investor.

Tapi sebenarnya hal seperti ini bisa saja dihindari. Ada banyak perusahaan di dunia yang telah menguasai seni suksesi kepemimpinan dan ribuan mantan CEO yang berhasil keluar dari pekerjaan mereka dengan sehat.

Setidaknya ada empat pedoman CEO tentang suksesi untuk membuat mereka berhenti dari pekerjaannya dengan bahagia dan perusahaan bisa mencari pengganti yang sesuai.

  1. Mulai lebih awal

CEO Cerdas memandang masa kerja mereka sebagai sebuah proyek. Seorang CEO bisa memandang jabatan CEO itu sebagai sebuah proyek dengan ruang lingkup, tujuan, dan batas waktu yang telah ditentukan sedari awal menjabat dan menerima pekerjaan itu.

Jika Anda sudah memastikan akan menjabat sebagai CEO hingga 5 tahun ke depan, berarti semua pihak di perusahaan dan diri sendiri harus bersiap setelah waktu berakhir untuk mencari penggantinya.

Dengan menerapkan pola pikir seperti ini, seorang CEO bisa mulai merencanakan kepergian mereka segera setelah on-boarding mereka selesai, dan tidak lebih dari waktu yang telah disepakati.

Dari titik ini CEO perusahaan akan menghabiskan 10% dari waktu mereka untuk mengidentifikasi dan menyiapkan calon penggantinya.

Biasanya proses dimulai dengan kandidat potensial yang kemudian dipersempit ketika masa jabatan hampir selesai. Ia bisa meluangkan waktu untuk mengenal kandidat dengan menghabiskan waktu bersama, mengunjungi kegiatan aktif, berbicara dengan bawahan dan jika memungkinkan berbicara dengan pasangan dan keluarga terdekat.

Pembimbingan dan evaluasi para kandidat bisa dilakukan dengan memberi mereka tugas pengembangan dan pengujian.

Jika memungkinkan, CEO akan memberikan jabatan di bawahnya untuk melatih dan memudahkan dalam proses pembimbingan dan evaluasi.

  1. Jangan lakukan sendirian

Perencanaan suksesi tidak boleh dilakukan sendiri. Seorang CEO harus melibatkan para petinggi perusahaan dalam membuat profil serta mengidentifikasi serta mengevaluasi kandidat karena merekrut dan mengevaluasi CEO adalah bagian dari tanggung jawab formal dewan tinggi di perusahaan tersebut.

Selain itu, dewan direksi bersama dengan seluruh perusahaan harus berkomitmen untuk terus bersama kandidat jika terpilih nanti hingga masa jabatannya selesai.

Dari perspektif CEO, dewan tinggi perusahaan adalah rekan yang paling efektif dalam perencanaan suksesi karena anggota dewan sendiri adalah pemimpin yang berhasil dengan jaringan mereka sendiri.

Tapi tentu saja anggota dewan memiliki batasan dalam pengambilan keputusan dari CEO. Kemudian masalah utama adalah apakah mencari kandidat internal atau eksternal.

Secara umum, pemberian preferensi kepada kandidat internal dirasa lebih menguntungkan karena mengintegrasikan CEO dari luar cukup menghabiskan energi dan biaya mahal serta berpotensi memiliki tingkat kegagalan yang tinggi.

Kandidat dari luar perusahaan lebih disukai hanya jika mereka benar-benar luar biasa dibandingkan dengan orang dalam atau CEO dan dewan merasa bahwa CEO pengganti perlu melakukan transformasi besar yang membutuhkan pemimpin yang dapat membawa perspektif baru.

  1. Miliki rencana pensiun

Banyak CEO membuat kesalahan mendasar dengan menganggap pekerjaan tersebut adalah segalanya dan karir mereka akan tamat setelah tak menjabat sebagai CEO lagi.

Beberapa mungkin sudah menyerahkan separuh hidupnya untuk berdedikasi ke dalam jabatan tersebut sehingga mereka tak punya keahlian lain saat berhenti dari pekerjaan tersebut.

Tren global di dunia kita yang berubah sangat cepat bukan isapan jempol belaka. Apa pun yang berada di atas sepuluh tahun dalam pekerjaan puncak perusahaan publik saat ini terlihat seperti kasus khusus.

Penelitian mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan Rusia menunjukkan bahwa CEO yang melayani selama lebih dari 15 tahun memiliki kemungkinan dua kali mengalami kegagalan suksesi sebagai chief executive setelah kurang dari satu dekade bekerja.

Hal ini sejalan dengan penelitian PwC pada 2.500 perusahaan terbesar di dunia, yang menunjukkan bahwa sekitar 35% penerus CEO yang telah lama bertahan dipaksa keluar dari pekerjaan mereka.

Semua ini menunjukkan bahwa sebagian besar CEO masih akan memiliki aktivitas bertahun-tahun di depan mereka setelah pensiun.

Itulah sebabnya mengapa orang-orang pintar merencanakan masa depan untuk diri mereka sendiri di luar perusahaan. CEO cerdas akan menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan pensiunnya kelak di masa depan.

Anda memiliki masa jabatan yang sangat realistis sehingga memungkinkan untuk menyiapkan investor dan perusahaan baru yang akan dirintis beberapa tahun sebelum keluar.

  1. Beristirahat dengan tenang

Banyak CEO menganggap perusahaan mereka sebagai ‘bayi’. Ada ketakutan yang membayangi ketika menyerahkan perusahaan tersebut kepada orang lain yang mungkin akan mengubah hal-hal sesuai selera mereka sendiri sehingga menyebabkan mantan CEO cemas dan terlalu protektif.

Beberapa diantaranya bahkan meminta jabatan sebagai dewan dan eksekutif di dalam perusahan agar bisa mengontrol kinerja CEO penggantinya karena takut semua visi yang telah dirumuskan berubah di kepemimpinan yang baru.

Beberapa lagi masih bernegosiasi untuk mendampingi dan menjadi konsultan eksklusif untuk CEO pengganti hingga 2 tahun ke depan agar visi misi perusahaan yang telah dibangun tetap terjaga.

CEO yang cerdas tentunya akan mengakhiri hubungan dengan perusahaan begitu tugas tersebut dilepaskan. Tak ada intervensi dan tidak ada intimidasi terhadap kinerja CEO pengganti bahkan perubahan visi di perusahaan setelah ditinggalkan.

Perkembangan jaman yang cepat belum tentu sesuai dengan pemikiran mantan CEO yang telah mengemban jabatan di satu dekade ke belakang.

Beristirahat dengan tenang tanpa memikirkan keberlangsungan perusahaan tampaknya cara terbaik untuk mengakhiri karir CEO dengan damai.

Pilihan dan persiapan penerus adalah manifestasi yang paling terlihat dan mungkin paling penting dari warisan seorang pemimpin dan suksesi yang gagal dapat menghantui mantan CEO selama bertahun-tahun.

Sejumlah mantan CEO gagal untuk berdamai dengan kepergiannya saat menanggalkan jabatan tertingginya. Kegagalan dalam menyiapkan calon pengganti CEO mungkin membuat beberapa perusahaan memiliki masalah internal yang justru membuat perusahaan sulit atau lambat berkembang dari yang seharusnya bisa mereka lakukan.